Siapa bisa kena Epilepsi?

Siapa bisa kena Epilepsi?

Kapan orang paling mungkin terkena epilepsi?

  • Kasus epilepsi baru paling sering terjadi pada anak-anak, terutama selama tahun pertama kehidupan.
  • Kasus epilepsi baru paling sering terjadi pada anak-anak, terutama selama tahun pertama kehidupan.
  • Setelah usia 55, tingkat kasus baru epilepsi mulai meningkat, ketika orang mengembangkan stroke, tumor otak, atau penyakit Alzheimer, yang semuanya dapat menyebabkan epilepsi.

Apakah epilepsi lebih sering terjadi pada orang setelah cedera otak traumatis?

  • Ya, kejang memang sering terjadi pada orang yang mengalami cedera traumatis di otak. Ini mungkin termasuk jatuh, pukulan ke kepala, luka tembak, atau cedera traumatis lainnya.
  • Kejang dapat terjadi lebih awal setelah cedera, misalnya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu pertama trauma awal. Kejang ini biasanya merupakan hasil dari kejadian awal yang menyebabkan pendarahan, trauma, atau pembengkakan otak. Kejang-kejang dini ini mungkin hilang setelah cedera akut menjadi tenang.
  • Kejang juga dapat terjadi kemudian setelah cedera akut telah diatasi atau dirawat. Kejang ini disebabkan oleh jaringan parut ke otak dari cedera awal. Sel-sel otak tidak berfungsi seperti sebelumnya dan mampu menghasilkan “badai listrik” yang dikenal sebagai kejang. Ketika kejang ini terjadi secara independen dari cedera awal, seseorang dikatakan memiliki epilepsi pasca-trauma (artinya kejang yang disebabkan oleh atau terjadi setelah trauma otak).
    • Anggota angkatan bersenjata yang telah berperang sangat rentan terhadap epilepsi pasca-trauma. Misalnya, hingga 53% tentara yang mengalami cedera otak selama Operasi Enduring Freedom dan Operation Iraqi beresiko terkena epilepsi pasca-trauma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
*Appointment dokter Epilepsy Center National Hospital Surabaya
Nama :...
Alamat :...
No. Telp yang bisa dihubungi :...
Powered by